Sehat Dengan Sayuran

68Cukup banyak cara menuju sehat. Selain harus berolahraga, kesehatan juga bisa didapat dari perasaan rileks, dan pola makan yang benar. Di antaranya dengan banyak mengkonsumsi berbagai jenis sayuran. Baik dengan cara dimakan mentah, dijus atau dibuat sup.

69Back to Nature-kembali ke alam, kalimat yang sederhana namun sarat akan makna. Tetapi hanya sedikit orang yang mengerti makan ini dan mengkonsumsi banyak jenis sayuran. Bahkan orang cenderung mengkonsumsi jenis masakan yang diproses seperti makanan kaleng. Hal ini dapat dimengerti, karena makanan yang diproses selain rasanya enak juga praktis.
Itu sebabnya terapi kesehatan secara alami kedudukannya bergeser. Padahal tumbuh-tumbuhan dalam hal ini sayuran menyediakan berbagai zat yang dibutuhkan tubuh yang dapat mengurangi terjadinya risiko terserang penyakit. Sayuran sendiri kaya akan vitamin, mineral yang perannya sangat penting dalam kesehatan. Bahkan hasil penelitian membuktikan bahwa makan sayuran atau buah segar dapat memperpanjang umur.
Jenis sayuran sangat banyak, tidak hanya berupa daun saja melainkan berupa polong, umbi, buah, juga batang. Masing-masing memiliki kandungan zat gizi dan khasiat yang berbeda. Sayuran tersebut ada yang bisa dimakan segar, diolah terlebih dulu, atau diracik dengan jenis sayuran lain maupun buah-buahan. Syaratnya, zat gizi yang dikandungnya tidak rusak yang akhirnya akan berubah fungsi.

Asparagus

Asparagus (Asparagus Officinalis) satu keluarga dengan bawang putih, yaitu Liliaceae. Bagian yang dimanfaatkan adalah rebungnya. Kandungan zat aspergine yang terdapat pada rebungnya ternyata sangat berguna untuk memperbaiki pencernaan dan melancarkan air seni.
Asparagus yang dimasak atau jus dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pengeluaran faeces, dan sangat baik membantu menghilangkan timbunan asam urat pada penderita ginjal-asparagus berperan sebagai stimulan. Namun bila dikonsumsi terlalu banyak iritasi ginjal akan terjadi. Fungsi lain dalam tubuh adalah digunakan sebagai pencuci muka.

Bawang Putih
Jenis sayuran yang digunakan sebagai bumbu ini mempunyai nama ilmiah Allium Sativum dari keluarga Liliaceae. Baunya yang tak sedap namun penambah rasa dalam masakan ini tergolong jenis sayuran yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sebab bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Pengaruh bawang putih terhadap terapi untuk kesehatan adalah bawang putih mengandung mineral yang tinggi seperti selenium dan germanium, glucosinolate, serta enzim. Kandungan yodiumnya yang tinggi, jika diracik dengan seledri dapat menurunkan tekanan darah tinggi, dan pencegah gondok. Sulfur yang terdapat pada umbi bawang putih mengandung substansi Alicin (Diallyl Sulfide)-penyebab bau tak sedap dan Allyl Propyl Disulfide). Kedua substansi sulfur berguna sebagai zat antiinfeksi dan antibakteri. Untuk memperoleh khasiat disulfida yang utuh seperti pada umbinya, maka cara memakannya ialah bawang tersebut diiris tipis dicampur dengan masakan, namun bawang tetap keadaan segar. Namun bila tahan terhadap baunya akan lebih baik dimakan mentah.

Brokoli
Brokoli (Brassica Oleracea Var Botrytis) dikenal sebagai sayuran sub-tropis yang termasuk anggota keluarga kubis-kubisan (Cruciferae). Yang dikonsumsi adalah bunga (curd) yang berwarna hijau gelap atau hijau kebiru-biruan, disebut sprouting broccoli.
Ternyata keluarga Cruciferae ini mempunyai peran sangat penting dalam terapi untuk kesehatan. Brokoli bersama anggota lainnya seperti kubis, bunga kol, dan lobak dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker pencernaan.
Bunganya yang hijau pekat ini mempunyai bau yang khas, disebabkan adanya senyawa indol. Sebuah teori mengatakan, di dalam tubuh senyawa ini dapat meningkatkan ekskresi estrogen, senyawa yang dapat merangsang pembiakan sel kanker yang bersarang dalam rahim dan payudara. Itulah sebabnya akhir-akhir ini sangat dianjurkan pada kaum wanita agar lebih banyak mengkonsumsi brokoli, pasalnya penyakit ini cenderung lebih banyak menyerang kaum hawa. Sayuran yang biasa dihidangkan sebagai brokoli setup ini, sebaiknya dimasak tidak terlalu matang, karena zat-zat yang terkandung di dalamnya akan rusak dan tidak berfungsi lagi.

Paprika
Cabai yang berbentuk lonceng ini berasal dari daerah tropis Amerika, dikenal dengan nama paprika (Capsicum Annuum Var. Grossum) masih satu keluarga dengan kentang Solanaceae. Genus Capsicum ini terkenal mengandung zat casaicine (C18H27O3N) yang memberi rasa pedas, pada paprika dikenal dengan zat Capsanthin (C40H58O3) yang memberi rasa manis pada kulitnya yang tebal.
Karena mengandung Provitamin A yang di dalam tubub dikonversi menjadi Vitamin A, tubuh lebih tahan terhadap udara dingin dan infeksi hidung, infeksi tenggorokan, dan sinuitis. Dan ternyata paprika ini juga mengandung Vitamin C yang sebanding dengan kandungan Vitamin C pada jeruk.
Menurut Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc dalam bukunya Buah dan Sayur Untuk Terapi, paprika beberapa saat setelah dimakan dapat menurunkan tingkat gula dalam darah. Penyebanya adalah indeks glicemia pada paprika yang rendah. Dengan demikian, paprika dapat digunakan untuk mengobati diabetes. Bagi yang ingin menjaga kesehatan rambut, kuku, kulit, dan gigi, paprika juga bisa dimanfaatkan, karena mengandung silikon yang tinggi.

Seledri
Seledri (Apium Graveolens) termasuk famili Umbeliflorae. Seledri di dapur rumah tangga digunakan sebagai pelengkap berbagai masakan, sebab selain bentuk daunnya yang cantik juga baunya pemberi harum pada masakan-baik batang maupun daunnya. Sayuran yang dikenal rendah kalori dan sarat serat kasar ini juga merupakan sumber Vitamin A, B, dan C, terutama pada batangnya. Kandungan mineralnya pun cukup banyak. Fungsi lainnya ialah dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Seledri ini pun sering digunakan sebagai obat kesehatan rambut.

Tomat
Tomat (Lycopersicum Esculentum) satu famili dengan kentang Solanaceae. Bila tanaman kentang yang diambil adalah umbinya, tanaman obat ini lebih dikenal sebagai sayuran yang berupa buah. Sayuran yang sering dibuat jus ini bila dimakan mentah cukup menyegarkan dengan rasa masam-manis.
Di dalam buah tomat banyak terkandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat membantu pengobatan, kandungan besar asam sitrat akan bereaksi dalam aliran darah menjadi basa.
Bersama dengan sayuran hijau lainnya yaitu bayam serta bawang putih, tomat ini dapat dibuat jus yang berguna sebagai tonikum. Tomat yang dikenal mengandung karoten jenis lycopene ini bersama-sama wortel mempunyai fungsi sebagai pencegah kanker.

Wortel
Sayuran yang mempunyai nama latin Daucus Carota ini terkenal sebagai sumber Vitamin A karena mengandung Provitamin A. Bagian yang dimakan itu sebenarnya adalah akar tunggang yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi umbi. Anggota famili Umbelliferae ini sosok tanamannya berupa terna dan menyimpan cadangan makanannya di dalam umbi. Vitamin A sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Beta-karoten yang merupakan senyawa Provitamin A mampu mencegah reaktivitas bensopiren penyebab kanker paru-paru. Karena kandungan beta-karoten, wortel merupakan salah satu bahan sup anti kanker dengan campuran bahan seperti lobak, jamur shi kering, dan gobo.
Seperti sayuran lain, bila ingin mendapatkan khasiat dari wortel sebaiknya mengkonsumsinya dalam keadaan setelah masak. kandungan gizi lain yang terdapat dalam wortel adalah Vitamin B1, Vitamin B2, dan VitaminnC, selain itu juga kaya akan protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, serat, serta niasin.

Sumber : Majalah Trubus Edisi 1 November 1995
6:17 AM 5/25/2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s