Wanita Berjilbab Penasihat Obama

26

LOS ANGELES TIMES

DALIA MOGAHED: Wanita berjilbab kelahiran Mesir yang menjadi salah satu penasihat Obama
Satu lagi peran Muslim dalam kehidupan bernegara Paman Sam. Seorang wanita keturunan Mesir, warga Amerika berjilbab ditunjuk sebagai penasihat Presiden Obama.

25 Dalia Mogahed, analis senior dan direktur eksekutif Gallup Center, lembaga survey independen tersohor, untuk Kajian Muslim adalah nama tokoh yang ditunjuk menjadi salah satu anggota Dewan Penasihat Obama untuk Hubungan dan Lingkungan Berdasar Keyakinan.

Penunjukkan itu akan membuat Dalia memiliki kesempatan memberi masukan kepada Presiden Obama terhadap sikap praduga dan masalah yang dihadapi dunia Muslim.

Itu tak hanya membuat warga Mesir bahagia–meski juga tetap waspada–, pihak Arab pun mengamati lebih dekat tanda-tanda kepemimpinan baru di Washington yang berupaya meningkatkan hubungan dengan Islam. Hubungan yang diyakini banyak Muslim dirusak dengan parah selama delapan tahun oleh pemerintahan Bush.

Pemilihan Mogahed juga dilihat oleh banyak pihak di Timur Tengah sebagai satu langkah maju Obama menghapuskan stereotip dan penghakiman terhadap Muslim, sesuatu yang menimpa komunitas sejak 11 September 2001 silam.

“Dalia Mogahed adalah contoh terbaik dari wanita Muslim sukses. Ia membuktikan jika Muslim pun dapat berhasil di segala bidang, paling tidah di bidang keahliannya,” ujar seorang pengunjung situs yang menuliskan komentarnya di harian independen Al Masry al Youm, seperti yang dikutip oleh Latimes.com, Rabu, 22 April.

Dalia, kelahiran Mesir pindah bersama keluarganya ke Amerika Serika hampir 30 tahun lalu. Baru-baru ini, ia menjadi salah satu penulis utama dalam “Who Speaks for Islam” (diterjemahkan oleh penerbit Mizan dengan judul “Saatnya Muslim Bicara”) dengan John Esposito, guru besar ilmu politik Amerika, orang yang dikritik banyak pihak sebagai pemberi maaf Islam. Dalia dan Esposito menerbitkan lembar opini bulan ini dalam The Times, berjudul Ketidakpedulian Amerika terhadap Islam dan Dunia Muslim.

Meski seorang Islam, Dalia tetap menyatakan diri loyalitas pertama akan diberikan kepada negaranya, demikian dalam sebuah wawancara dengna Al Masry al Youm, Senin pekan ini yang mengecewakan beberapa orang.

“Saya pikir loyalitas pertama ia pada Islam, baru yang lain,” ujar seorang komentator, masih di website Al Masry. “Saya takut mereka mungkin akan mempermainkan dan menggunakan kamu sebagai kedok politik mereka yang tidak benar-benar mengarah pada Mesir, Arab, dan dunia Muslim,” imbuh komentar itu./itz

Inilah Tokoh Muslim Yang Ditakuti Obama
2009 Maret 26
tags: amerika serikat, Barack Obama, Eropa, Islam, kontroversi, politik
by M Shodiq Mustika
Kalau George W Bush (presiden Amerika Serikat yang lalu) takut pada Osama bin Laden dengan terornya, lain halnya dengan Barack Obama (presiden AS sekarang). Mungkin presiden yang pernah tinggal di Indonesia ini tahu bahwa meskipun terorisme sedang “turun daun” (lawan kata dari “naik daun”), Islam justru sedang naik-daun di Barat. Sebab, turun daunnya terorisme itu ternyata diiringi dengan semakin pahamnya orang-orang Barat bahwa Islam tidaklah identik dengan terorisme. Maka naik daun jugalah tokoh muslim yang gencar menyuarakan perdamaian di Barat itu sendiri. Begitu takutnya Obama pada tokoh kita ini, sampai-sampai Obama menghalangi masuknya dia ke wilayah AS, bahkan walau tidak membawa senjata sama sekali. Padahal, di negara-negara Barat (Eropa) lainnya, dia bebas keluar-masuk.
Mengapa Obama ketakutan? Pepatah bilang, “pena itu lebih tajam daripada pedang” atau “tulisan itu lebih mematikan daripada senjata”. Dengan kata lain, kekuatan kata-katanyalah yang ditakuti oleh Obama. (Begitulah menurutku. Wallaahu a’lam.)
Mengapa kata-katanya menakutkan? Sebagaimana dikutip oleh swaramuslim.net, Majalah L’Express menerangkan bahwa dialah tokoh yang memelopori gerakan politik Islam di Eropa. Dialah tokoh muda yang semakin diterima luas, baik di kalangan Muslim maupun non-Muslim, karena pandangan-pandangannya tentang posisi ummat Islam di benua itu. Majalah tersebut juga menyatakan keheranannya bagaimana caranya ‘pria Muslim yang tampan’ ini mengambil hati dan mempengaruhi pikiran warga Perancis dan mendapatkan banyak perhatian dari media massa.
Siapakah tokoh kita ini? Dialah yang oleh majalah Time dinobatkan sebagai one of the 100 most important innovators of the 21st century (satu dari 100 inovator terpenting Abad 21). Namanya: Tariq Ramadan, cucu Hasan al-Banna (pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin). Profilnya dapat kita simak di Wikipedia.
Oh ya, di sini aku bukan hendak mempertentangkan antara Islam dan AS. Aku semata-mata bicara masalah politik. Aku cuma heran, mengapa Obama mencekal Tariq Ramadan. Padahal, sebagaimana disebut oleh majalah Time, dia itu bukan penentang Barat, melainkan jembatan antara Timur (Islam) dan Barat (Kristiani).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s