Empat Tanaman Obat untuk Asam Urat

Siapa pun pasti akan merasakan derita bila terkena penyakit asam urat. Bila penyakit ini menyerang, rasa nyeri yang amat sangat di persendiaan tulang akan membuat seluruh badan penderita tidak berdaya.
77798082
Penyakit asam urat atau gout terjadi karena gangguan metabolisme purin di dalam darah, sehingga kadar asam urat darah meningkat melewati kadar normal (2-5 mg%) menjadi lebih dari 6 mg%. Terganggunya sistem pencernaan dan sistem peredaran darah, termasuk kelenjar-kelenjarnya merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu, meningkatnya kadar asam urat darah juga disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal dan saluran kemih yang mengakibatkan tidak lancarnya ekskresi asam urat melalui urine. Peningkatan ini biasanya akan disertai penumpukan garam urat di persendian tulang, terutama persendiaan kaki dan tangan sehingga menyebabkan sakit pada persendian.

Untuk mengobati penyakit itu, perlu dilakukan perbaikan sistem metabolisme enzim dan zat makanan di dalam tubuh serta memperlancar peredaran darah agar tidak terjadi penumpukan asam urat. Selain itu, asam urat darah pun harus diekskresikan keluar tubuh, baik melalui air seni maupun kotoran. Di samping menggunakan obat modern, ramuan tradisional juga dapat dicoba khasiatnya.

Satekola

Ramuan ini disebut satekola karena bahannya menggunakan tanaman sambiloto (Andrographis Paniculata), temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), kompri (Symphytum Officinale), dan lada (Piper Nigrum). Kemanjuran ramuan ini sebagai obat asam urat belum diuji secar klinis, tapi khasiat setiap tanamannya telah banyak diungkap. Secara umum semuanya berfungsi meningkatkan aktivitas kelenjar pencernaan dan sistem hormonal metabolisme tubuh. Efek diuretik (memperlancar pengeluaran urine), anti rematik, dan analgetik (menghilangkan rasa nyeri) dari tanaman obat ini juga bermanfaat dalam proses pengobatan asam urat.

Daun sambiloto banyak mengandung lakton (andrografolid, neoandrografolid, deoksiandrografolid, dan deoksi-didehiro-andrografolid) dan komelgin yang memberikan efek depresan pada sistem saraf pusat untuk mengurangi rasa sakit pada persendian (efek analgetik dan anastesi). Kedua senyawa itu juga diduga dapat membersihkan darah sekaligus memperlancar peredaran darah.

Sambiloto juga mengandung flavonoid (polimetoksiflavon, andrografin, panokolin, mono-O-metilwightin, dan apigenin-7,4-dimetil eter) yang bersifat anti inflamasi (anti radang). Jadi, sambiloto akan mengurangi peradangan dan pembengkangan sendi. Sifat anti inflamasinya makin lengkap dengan adanya kandungan minyak asiri pada daun dan ranting-rantingnya. komponen lain yang dikandungnya seperti asam androfolat, kalium, kalsium, natrium, dan alkaloid selain membantu proses metabolisme hormonal di dalam tubuh juga diduga berperan sebagai diuretik.

Temulawak mengandung komponen utama berupa zat tepung (48-59,64%), abu (5,26-7,07%), serat (2,58-4,83%), kurkumin (1,6-2,2%), serta 1,48-1,63% minyak asiri yang terdiri atas felandren, kamfer, turmerol, borneol,sineal dan xanthorrhizol. Di samping meningkatkan kerja ginjal untuk memperlancar peredaaran asam urat dalam tubuh melalui urine, zat-zat gizi yang dikandungnya juga membantu proses metabolisme untuk memulihkan kondisi tubuh yang menurun akibat sakit. Sementara kurkumin dan minyak asiri bersifat anti bakteri, aktif mengatasi peradangan (anti inflamasi), dan menghilangkan rasa nyeri (analgetik) pada persendiaan tulang.

Daun kompri mengandung zat getah dan senyawa kimia seperti allantoin, triterpenoid, asam fenol, asparagin, alkaloid pyssolizidine, dan tanin. Secara umum zat-zat tersebut berperan sebagai anti inflamasi, anti rematik, penyembuh luka, serta menjadi demulsen yang membantu sistem pencernaan dengan melindungi dinding saluran pencernaan dari iritasi. Manfaat kompri sebagai anti inflamasi tidak terlepas dari khasiat asam fenol (termasuk rosmarinic acid) yang dikandungnya. Zat getah dan tanin mengurangi gangguan pencernaan akibat luka atau tukak pada dinding organ pencernaan. Selanjutnya, jaringan yang rusak akan diperbaiki oleh allantoin. Fungsi alkaloid diduga membantu mengurangi kejang akibat radang dan menghilangkan rasa sakit (analgetik).

Lada mengandung senyawa piperin, piperanin, dan chavicin. Di dalam tubuh, senyawa-senyawa itu menjadi stimulan aktivitas kelenjar pencernaan, termasuk mempercepat pencernaan zat lemak, sehingga ekskresi asam urat tidak terhambat. Senyawa-senyawa tersebut juga akan meningkat fungsi ginjal dan organ uriner lainnya guna kelancaran pengeluaran urine. Kandungan minyak asirinya termasuk bet-bisabolene, camphene, beta-caryophyllene, serta senyawa terpena dan seskuiterpena lainnya selain bersifat antiseptik dan anti bakteri yang membantu mengatasi gangguan pencernaan juga akan mengurangi rasa sakit pada persendian (analgetik). Tak hanya itu, minyak asiri juga menjaga kehangatan tubuh sehingga peredaran darah tetap lancar.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s